Didalam sebuah kapal cepat terpampang sebuah stiker besar milik seorang calon legislatif dari sebuah partai yang lolos pemilu kali ini, Dan sebuah percakapan membosankan yang harus aku dengar akhir - akhir ini, yang membahas masalah politik karna tinggal beberapa hari lagi ini bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta Demokrasi. Padahal mereka sendiri tidak paham dengan politik itu sendiri seperti apa dan akhirnya harus terjadi debat kusir dan pangkal ujungnya entah akan berakhir dimana.
Masing - masing aku dengar mereka mempertahankan sebuah argumen mulai visi, misi, janji serta program kerja dari kandidat calon legislatif mereka jagokan atau andalkan untuk jadi wakil rakyat. Latar belakang dari para calon legislatif itu pun beraneka ragam, ada yang dari guru, artis, musisi bahkan ada yang dari guru ngaji.
Dalam hati kecilku hanya bisa tertawa mendengar itu semua, sebenarnya aku tidak terlalu menantikan pemilu kali ini dan bukan karna aku seorang Apolitis atau Apatis dengan itu semua, walaupun sebagian besar warga Indonesia menantikan pesta Demokrasi ini.
Para calon legislatif ini mempunyai banyak cara untuk berkampanye, ada yang memasang baliho, spanduk, banner dipohon - pohon bahkan ada yang dipasang dibelakang kaca sebuah angkutan umum sambil memamerkan kegagahan mereka melalui stiker yang terpampang dikaca angkutan itu.
Para calon legislatif ini mempunyai banyak cara untuk berkampanye, ada yang memasang baliho, spanduk, banner dipohon - pohon bahkan ada yang dipasang dibelakang kaca sebuah angkutan umum sambil memamerkan kegagahan mereka melalui stiker yang terpampang dikaca angkutan itu.
Bahkan yang lebih parah dan sungguh sangat menggelitik, sebagian calon wakil rakyat itu berkampanye melalui SMS atau pesan singkat.
Dalam hati hanya bisa berkata, " Belum jadi wakil rakyat saja sudah mengganggu privasi orang dan bagaimana nanti kalau sudah jadi wakil rakyat " keluhku
Didalamhati pula aku berdoa, " Mudah - mudahan ketika mereka terpilih menjadi wakil rakyat mereka menjadikan Negeriku ini jadi lebih baik dan tidak menyalah gunakan jabatan mereka dan melakukan korupsi seperti wakil - wakil rakyat sebelumnya"
Karna ini adalah sebuah ironi yang terjadi di negeri manapun yang dihuni orang-orang bermental korup apalagi sudah memiliki jabatan dan kekuasaan, meski makin banyak koruptor yang ditangkap, orang yang nekat dan tega mencuri uang rakyat tak juga menghilang. Saat bebas, bukannya jera dan malu, justru banyak yang masih melenggang, bahkan tak jarang dielu-elukan sebagai seorang pahlawan.
Karna ini adalah sebuah ironi yang terjadi di negeri manapun yang dihuni orang-orang bermental korup apalagi sudah memiliki jabatan dan kekuasaan, meski makin banyak koruptor yang ditangkap, orang yang nekat dan tega mencuri uang rakyat tak juga menghilang. Saat bebas, bukannya jera dan malu, justru banyak yang masih melenggang, bahkan tak jarang dielu-elukan sebagai seorang pahlawan.
#BOCAHSEBRANK
0 komentar:
Posting Komentar