Sabtu, 05 April 2014

NEGERIKU DIPENGHUJUNG SENJA


Dipenghujung hari ketika sang mentari yang begitu perkasa dan gagah menyinari bumi ini kini telah lelah dan harus beristirahat, Dengan mengisap rokok kretek kesukaanku dan ditemani dengan segelas hitam manis yang menggoda seleraku, Sambil melamun kutatap sang mentari yang lagi asyik bermain bersama awan yang tampak agak berwarna hitam itu harus lenyap di penghujung hari ini.

Tiba - tiba lamunan ini pun harus buyar dan mata ini langsung tertuju pada seorang wanita paruh baya yang sedang asyik mengeruk tanah sisa galian pondasi bangunan rumah disebelah jalan milik seorang pengusaha sukses asal kota Jakarta.

Dalam hatiku pun bertanya sedang apa ibu itu disebelah jalan, dengan rasa penasaran dan  tanpa berpikir panjang pun aku dengan sigapnya menghampiri ibu paruh baya itu dan bertanya, Ibu sedang apa, tanyaku???
Ibu paruh baya itu pun sontak kaget dengan kehadiranku yang tiba - tiba muncul dari arah belakangnya...
Ibu itu pun menjawab dengan terbata - bata dan ada rasa sedikit takut " Eh... Eh... Maaf  Nak!!! ucapnya.
Aku pun kembali bertanya " Maaf untuk apa Ibu?? "
Ibu paruh baya itu menjawab " Maaf karna telah mengambil sedikit tanah harus tanpa minta izin dulu"
Aku kembali bertanya karna penasaran " Ibu.. Tanah itu untuk apa " tanyaku.
Ibu paruh baya itu pun kembali menjawab, " Tanahnya aku ambil untuk kutaruh di pot bungaku, soalnya tanah yang ada didekat rumahku yang di ujung gang itu, kurang baik untuk ditanami bunga!"
Aku pun berkata " Silahkan lanjutkan Bu,.. ! "
Dengan sedikit tersenyum ibu paruh baya itu berkata " Terima kasih banyak Nak.."
" Sama - sama Ibu " Jawabku

Setelah itu aku kembali ketempat dudukku semula sambil mengisap rokok kretek yang asapnya begitu tebal dan menikmati si hitam manis yang begitu nikmat dipenghujung hari ini.
Dan tidak lama kemudian,Aku pun kembali melamun sambil berpikir tentang kejadian tadi???

Dalam hati ini pun berkata "Apakah sebenarnya yang terjadi di Negeriku??? Apakah di Negeriku yang kaya ini, Begitu sangat sulit mencari sedikit tanah untuk ditanami bunga ataukah memang sudah tidak ada lagi tanah yang tersisa akibat pembangunan gedung  - gedung megah, kuat dan begitu sombong terlihat seolah - olah menancap didinding langit yang begitu sangat pesat ataukah harga tanah di Negeri tercinta ini begitu mahal dan membumbung tinggi seperti harga sembako yang sudah mulai tidak terjangkau lagi harganya sehingga ibu paruh baya itu harus rela berjalan jauh demi untuk sedikit tanah untuk ditanami bunga didalam pot??? "

Dalam hati, Aku hanya bisa tersenyum nakal mengingat cerita orang - orang tentang Negeriku yang katanya kaya raya akan hasil sumber daya alamnya yang melimpah ataukah cerita tentang Negeriku ini hanya sebuah fatamorgana yang terpampang indah dipenghujung senja ini.

Sambil mengisap rokok kretekku dalam - dalam dan kuhembuskan asapnya yang begitu tebal ke udara dan menikmati detik - detik terakhir penghabisan si hitam manis, Dan suara Adzan Maghrib pun membuyarkan lamunanku karna melantun begitu indahnya ditelingaku untuk mengisyaratkan hati ini menghadap kepada Sang Khalik.


#BOCAHSEBRANK For Negeriku tercinta





0 komentar:

Posting Komentar

 
;